ARTIKEL UPGRADING SCREEN 1

Home  /  Program Kerja  /  Artikel  /  ARTIKEL UPGRADING SCREEN 1

ARTIKEL UPGRADING SCREEN 1

March 5, 2018No Comments

Belanda datang ke Indonesia pada awalnya hanya ingin berdagang serta melakukan missionaris (penyebaran agama). Namun, kemudian tujuan tersebut berubah karena rasa ingin memiliki segala yang ada di Nusantara. Hal tersebut tercermin dengan adanya sistem monopoli dagang serta berbagai aturan yang merugikan rakyat Indonesia saat itu. simbiosis parasitisme (menguntungkan salah satu pihak saja).

Bagaimana hal tersebut apabila terus berlanjut ? jawaban nya mungkin belum dijumpai kehidupan yang ada saat ini, karena masih terus berjuang. Lalu hubungan seperti apa yangdapat dikatakan sebagai hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme) ?

Katakanlah seorang anak muda datang ke kota rantau, ia datang dari desa. Maksud kedatangannya ke kota tersebut ialah untuk menimba ilmu. Kemudian ia masuk ke dalam lembaga pendidikan atau yang disebut dengan Universitas. Sadar bahwasannya teori di bangku perkuliahan belum memuaskan baginya, kemudian ia mencari proses yang baru. Suatu proses yang dapat mengaplikasikan hasil dari bangku perkuliahan serta menambah ilmu dari proses baru tersebut. Perkumpulan dengan berbagai pandangan bernama organisasi ia coba. Menilik kembali ke belakang, perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari apa yang dinamakan dengan pergerakan nasional. Seperti yang diketahui, bahwasannya pergerakan nasional tersebut identik dengan apa yang dinamakan organisasi. Baik organisasi yang bergerak dibidang politik, pendidikan, sosial, hingga keagaman telah dijumpai pada masa pergerakan ini. Berbagai organisasi yang ada saat itu, meskipun bergerak dalam bidang yang berbeda, namun tujuan mereka sama yakni Indonesia merdeka.

Tidak jauh berbeda bukan dengan seorang Mahasiswa diatas ? secara tidak langsung apabila ia mau berproses dengan sabaik mungkin maka tujuan nya serta tujuan organisasi yang ia masuki akan tercapai. Lalu dimana letak simbiosis mutualisme nya ? ketika seorang mahasiswa masuk dunia perkuliahan, maka ia akan mendapat materi dari dosen serta buku yang ia baca. Itu belum menjadi pengalaman yang benar-benar “hidup”. Kemudian, organisasi memperkenalkan bagaimana aslinya kehidupan, berangkat dari sana ia akan merasakan pengalaman yang sesungguhnya. Malu rasanya bila ia tumbuh menjadi kacang yang lupa kulit nya, maka setidaknya ia akan memberikan satu hal yang terbaik pada rumah yang telah menunjukkan ia hidup yang sesungguhnya.

Mahasiswa dan Organisasi, sebenarnya dua kata itu saling beriringan. Namun, mungkin tidak semua yang tengah menjalani perkuliahan menjalaninya. Ada sebagian yang hanya menjadi Mahasiswa saja atau mungkin juga disibukkan dengan kegiatan lain, namun bukan organisasi. Kembali lagi, memang kita datang untuk kuliah namun sangat disayangkan apabila tidak mencoba apa yang dikatakan dengan organisasi.

Salah satu organisasi yang saya ikuti yakni UKMF Penelitian SCREEN. Seperti kata orang, hari-hari awal di kota perantauan ialah mengahapalkan lokasi atau wilayah setempat, dihari yang akan datang yakni memperdalam pengetahuan terkait kota yang ditinggali saat ini. Begitu pun dengan organisasi ini, tahun pertama saya mencoba mengenal nya. Bahkan saya belum dapat memberikan sesuatu untuk SCREEN, namun demikian SCREEN telah memberikan banyak pengalaman kepada saya. Bagaimana berkomunikasi dengan teman, musyawarah terkait masalah yang ada, belajar tanggung jawab, serta menekan ego untuk mencapai suatu titik tertentu. Itu sebabnya dalam organisasi ini saya masih perlu remidi.

Seperti apa SCREEN untuk saya ? kata keluarga mungkin salah satu diantara banyak kata yang mampu mewakilinya. Perbedaan pendapat tidak menjadi penghalang disini, karena setiap orang nya menyadari bahwa tiap-tiap kepala memiliki pikiran yang berbeda. Yang perlu ditekan ialah ego tiap-tiap individunya. Begitu banyak ilmu serta pengalaman yang telah saya peroleh dari organisasi ini selama satu tahun.

SCREEN telah banya memberikan ilmu serta pengalaman kepada saya, namun saya belum mampu memberikan balasan kepada rumah ini. Merasa seperti parasit saya, karena hanya saya yang mendapat keuntungan. Sebenarnya SCREEN tidak mengaharapkan hal yang muluk dari para penghuninya. Karya, itu yang diharapkan. Untuk satu tahun ini, setidaknya berusaha untuk memberikan karya-karya pada SCREEN. Karena saya tidak ingin membangun hubungan parasitisme pada rumah saya sendiri. Namun, timbal-balik yang sebagaimana mestinya. Lebih daripada itu, SCREEN sendiri tidak hanya untuk para (pengurus) yang dapat pengalaman dan ilmu dari nya. Saya berharap kedepannya SCREEN mampu merangkul Mahasiswa FIS UNY, sehingga mereka juga ikut merasakan bagaimana hangat nya rumah ini. (Agnes Petrus)

3 Maret 2018

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 + 7 =


+ 2 = 8